Senin, 06 April 2009

Hujan, Banjir, dan Manusia

0 komentar

Hujan…siramilah

Hujan…basahi kemarau
Hujan…siramilah
Hujan…sejukkan ‘Indonesiaku’

Sejak merdeka disini…perubahan belum juga rata
Sejak berjuang disini…kuingin maju lebih cepat
Ingin jadi kenyataan…mimpi yg dulu …pernah kita ucapkan…!!!
Matahari diatas kepalaku…rasa panas terpanggang
Mendung dilangitku…belum juga datang??

Kuingin merasakan…masih adakah ada lagi?
Akankah turun lagi?
Basah angin dari air 3x…hujan…????


Sekilas Kata hujan yang disampaikan anak-anak Potlot (SLANK) di Syair lagu mereka menandakan bahwa Hujan adalah sebuah anugerah bagi manusia. Tapi apa benar hujan sekarang merupakan anugerah yang ditunggu? Menurut definisinya Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga. Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.
Sedangkan Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai. Di banyak daerah yang gersang di dunia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk, atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. Ketika hujan turun, yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air kering dengan air. Banjir semacam ini disebut banjir bandang.
Hujan dan banjir tidak bisa dipisahkan dari semua kegiatan masyarakat Indonesia. Dari beberapa sumber hujan merupakan sumber utama penyebab banjir. Menurut Wikipedia Hujan muson dapat mengakibatkan banjir besar di negara-negara yang terletak di dekat khatulistiwa seperti Indonesia, Bangladesh, karena panjangnya musim hujan dan perubahan Iklim Global yang tidak menentu.
Selain faktor cuaca, sampah yang dibuang sembarangan di aliran sungai pun menjadi faktor utama terjadinya banjir terutama di jakarta. Banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta Selatan beberapa waktu lalu meninggalkan timbunan sampah yang menyumbat aliran air kali dan daerah hunian. Sebanyak 4.200 meter kubik sampah telah berhasil diangkat sampai hari ini.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
So jelas bukan hanya musim saja yang menjadi penyebab banjir manusia juga sebagai aktor utama penyebab banjir.
Hujan bukan lagi sebuah anugerah bagi masyarakat Indonesia melainkan sebuah ketakutan yang selalu menghantui dari buah tangan mereka sendiri.
Selain itu hilangnya kawasan hijau yang merupakan daerah Resapan Sungai semakin memperparah keadaan, bagaimana mau menanggulangi banjir kalau daerah resapan air berubah menjadi daerah atau gedung resapan duit.



Read More......

Kamis, 02 April 2009

Sungai dan definisinya

3 komentar


Sungai adalah bagian permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah disekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau,rawa, atau ke sungai yang lain. Karateristik dan Jenis Sungai di Indonesia dan dunia:
*Berdasarkan sumber airnya air sungai dibedakan menjadi tiga macam :
1. Sungai Hujan, adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan atau sumber mata air. Contohnya adalah sungai-sungai yang ada dipulau Jawa dan Nusa Tenggara.
2. Sungai Gletser, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es. Contoh Sungai yang airnya murni dari pencairan es saja (ansich) pada bagian hulu sungai Gangga di India (yang berhulu di peg.Himalaya) dan hulu sungai Phein Jerman (yang Berhulu di Peg.Alpen) dapat dikatakan sebagai contoh jenis sungai ini.
3. Sungai Campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari pencarian es (gletser) dari hujan, dan sumber mata air. Contoh sungai jenis ini adalah Sungai Digul dan Sungai Mamberano di Papua (Irian Jaya).
*Berdasarkan debit airnya (volume airnya), sungai dibedakan menjadi :Sungai Permanen, adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relative tetap. Contoh Sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam Di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera
1. Sungai periodik, adalah sungai yang pada musin hujan airnya banyak sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai ini banyak dipulau Jawa seperti Bengawan Solo, sungai Opak, Sungai Progo, Sungai Code, dan Sungai Brantas.
2. Sungai Episodik, adalah Sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh : Sungai kalada dipulau Sumba.
3. Sungai Ephemeral, adalah sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan, pada musim hujan airnya belum tentu banyak.
*Berdasarkan asal kejadiannya sungai dibedakan menjadi :
1. Sungai Konsekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal.
2. Sungai Subsekuen atau strike valley, adalah sungai yang aliran airnya mengikuti strike batuan.
3. Sungai Obsekuen, adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bermuara ke sungai subsekuen.
4. Sungai Resekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen.
5. Sungai Insekuen, adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh struktur geologi.
*Berdasarkan Struktur Geologinya sungai dibedakan menjadi :
1. Sungai Anteseden, adalah sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walaupun ada struktur geologi (batuan ) yang melintang ,hal ini karena kuatnya arus sehingga mampu menembus batuan yang merintangi.
2. Sungai Superposed, adalah sungai yang melintang, struktur dan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yang menutupinya.
Definisi lainnya mengenai sungai:
1. Dendritik, adalah pola aliran yang tidak teratur, pola lairanya seperti pohon, dimana sungai induk memperoleh aliran dari anak sungainya .
2. Trellis, adalah pola aliran yang menyirip seperti daun.
3. Rektanguler, adalah pola aliran yang membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku 90 ”.
4. Pinate, adalah pola aliran dimana muara-muara anak sungainya membentuk sudut lancip.
5. Anular, adalah pola aliran sungai yang membentuk lingkaran.

Read More......

Aloha...

1 komentar

Salam kenal buat semua teman dan rekan pembaca yang konsen dengan keadaan sungai khususnya sungai di Bengkulu, Spesifikasi Sungai Air Bengkulu.
Mari bersama kita jaga kelestarian sungai Air Bengkulu.

Read More......