Hujan…basahi kemarau
Hujan…siramilah
Hujan…sejukkan ‘Indonesiaku’
Sejak merdeka disini…perubahan belum juga rata
Sejak berjuang disini…kuingin maju lebih cepat
Ingin jadi kenyataan…mimpi yg dulu …pernah kita ucapkan…!!!
Matahari diatas kepalaku…rasa panas terpanggang
Mendung dilangitku…belum juga datang??
Kuingin merasakan…masih adakah ada lagi?
Akankah turun lagi?
Basah angin dari air 3x…hujan…????
Sekilas Kata hujan yang disampaikan anak-anak Potlot (SLANK) di Syair lagu mereka menandakan bahwa Hujan adalah sebuah anugerah bagi manusia. Tapi apa benar hujan sekarang merupakan anugerah yang ditunggu? Menurut definisinya Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga. Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.
Sedangkan Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai. Di banyak daerah yang gersang di dunia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk, atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. Ketika hujan turun, yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air kering dengan air. Banjir semacam ini disebut banjir bandang.
Hujan dan banjir tidak bisa dipisahkan dari semua kegiatan masyarakat Indonesia. Dari beberapa sumber hujan merupakan sumber utama penyebab banjir. Menurut Wikipedia Hujan muson dapat mengakibatkan banjir besar di negara-negara yang terletak di dekat khatulistiwa seperti Indonesia, Bangladesh, karena panjangnya musim hujan dan perubahan Iklim Global yang tidak menentu.
Selain faktor cuaca, sampah yang dibuang sembarangan di aliran sungai pun menjadi faktor utama terjadinya banjir terutama di jakarta. Banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta Selatan beberapa waktu lalu meninggalkan timbunan sampah yang menyumbat aliran air kali dan daerah hunian. Sebanyak 4.200 meter kubik sampah telah berhasil diangkat sampai hari ini.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
So jelas bukan hanya musim saja yang menjadi penyebab banjir manusia juga sebagai aktor utama penyebab banjir.
Hujan bukan lagi sebuah anugerah bagi masyarakat Indonesia melainkan sebuah ketakutan yang selalu menghantui dari buah tangan mereka sendiri.
Selain itu hilangnya kawasan hijau yang merupakan daerah Resapan Sungai semakin memperparah keadaan, bagaimana mau menanggulangi banjir kalau daerah resapan air berubah menjadi daerah atau gedung resapan duit.

Read More......
Hujan…siramilah
Hujan…sejukkan ‘Indonesiaku’
Sejak merdeka disini…perubahan belum juga rata
Sejak berjuang disini…kuingin maju lebih cepat
Ingin jadi kenyataan…mimpi yg dulu …pernah kita ucapkan…!!!
Matahari diatas kepalaku…rasa panas terpanggang
Mendung dilangitku…belum juga datang??
Kuingin merasakan…masih adakah ada lagi?
Akankah turun lagi?
Basah angin dari air 3x…hujan…????
Sekilas Kata hujan yang disampaikan anak-anak Potlot (SLANK) di Syair lagu mereka menandakan bahwa Hujan adalah sebuah anugerah bagi manusia. Tapi apa benar hujan sekarang merupakan anugerah yang ditunggu? Menurut definisinya Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga. Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.
Sedangkan Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai. Di banyak daerah yang gersang di dunia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk, atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. Ketika hujan turun, yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air kering dengan air. Banjir semacam ini disebut banjir bandang.

Hujan dan banjir tidak bisa dipisahkan dari semua kegiatan masyarakat Indonesia. Dari beberapa sumber hujan merupakan sumber utama penyebab banjir. Menurut Wikipedia Hujan muson dapat mengakibatkan banjir besar di negara-negara yang terletak di dekat khatulistiwa seperti Indonesia, Bangladesh, karena panjangnya musim hujan dan perubahan Iklim Global yang tidak menentu.
Selain faktor cuaca, sampah yang dibuang sembarangan di aliran sungai pun menjadi faktor utama terjadinya banjir terutama di jakarta. Banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta Selatan beberapa waktu lalu meninggalkan timbunan sampah yang menyumbat aliran air kali dan daerah hunian. Sebanyak 4.200 meter kubik sampah telah berhasil diangkat sampai hari ini.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.So jelas bukan hanya musim saja yang menjadi penyebab banjir manusia juga sebagai aktor utama penyebab banjir.
Hujan bukan lagi sebuah anugerah bagi masyarakat Indonesia melainkan sebuah ketakutan yang selalu menghantui dari buah tangan mereka sendiri.
Selain itu hilangnya kawasan hijau yang merupakan daerah Resapan Sungai semakin memperparah keadaan, bagaimana mau menanggulangi banjir kalau daerah resapan air berubah menjadi daerah atau gedung resapan duit.


